George Floyd dan polisi yang menindih lehernya hingga meninggal, Derek Chauvin ternyata sempat bekerja di satu klub malam yang sama. Klub malam yang dimaksud adalah El Nuevo Rodeo yang berada di sudut Minneapolis, AS. Mantan pemilik klub malam itu, Maya Santamaria mengatakan bahwa Floyd dan Chauvin bekerja menjadi satpam di klub.

Meski keduanya di bidang yang sama, namun Chauvin kebanyakan berjaga di luar sebagai perwira yang sedang tidak bertugas. Sedangkan Floyd lebih banyak berjaga di dalam ruangan. Sehingga Santamaria tidak yakin keduanya saling kenal atau bahkan akrab.

"Chauvin adalah polisi yang bekerja di luar tugas dinasnya selama hampir 17 tahun kami buka (klub)," kata Santamaria kepada KSTP. "Mereka bekerja bersama pada saat yang sama, hanya saja Chauvin bekerja di luar dan penjaga keamanan ada di dalam," tambahnya. Selain itu, Santamaria menilai Chauvin mudah tersulut emosi dan berlebihan menanggapi sesuatu.

"Dia kadang mudah marah dan tampak tegang," ungkapnya. "Ketika ada perkelahian, dia menggunakan alat pukul dan semprotan lada kepada semua orang meski hal itu menurut saya tidak diperlukan," kata Santamaria dikutip dari . Santamaria berandai bila saja Chauvin ketika itu menyadari bahwa pria yang ditindihnya adalah mantan rekan kerjanya dahulu.

Mungkin saja George Floyd tidak akan meninggal ditangannya. "Hei, kawan, kau dan aku bekerja bersama di tempat Maya. Ingat saya?" Santamaria berandai. Pria ini pindah ke daerah ini dsetelah lima tahun dipenjara.

Floyd juga sempat bekerja sebagai satpam di restoran Conga Latin Bistro. Sebenarnya Santamaria tidak langsung menyadari bahwa di video yang viral itu adalah dua mantan stafnya. "Teman saya mengirim saya (video) dan mengatakan ini (Chauvin) adalah staf yang dulu bekerja untukmu dan saya berkata, 'Bukan dia.'," kata Santamaria.

Setelah gambarnya diperbesar, Santamaria yakin bahwa keduanya adalah Floyd dan Chauvin. "Aku tidak mengenali George sebagai salah satu petugas keamanan kita karena dia terlihat sangat berbeda berbaring di sana seperti itu," jelas wanita ini. Klub milik Santamaria itu baru baru ini sudah terjual.

Sedangkan dia sekarang bekerja di stasiun radio 95.7FM La Raza yang berada di gedung yang sama. Nahasnya bangunan itu ikut terbakar karena kerusuhan massa yang protes atas kematian George Floyd. Beberapa bisnis di daerah itu juga terkena dampaknya, pintu dan jendela kaca semuanya hancur.

Banyak bangunan yang ditutupi grafiti oleh massa yang melakukan vandalisme. "Semua lingkungan telah keluar untuk menjadi sukarelawan dan membersihkan serta membantu," kata Santamaria.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *