Sebuah video kembali viral di media sosial hingga menjadi perbincangan. Dalam video yang beredar, seorang pemuda terlihat memberikan minuman keras (miras) pada seorang balita. Tak hanya sekali, pemuda tersebut tiga kali mencekoki balita tersebut dengan miras.

Bocah laki laki yang dicekoki miras ini diketahui berinisial RB (3). Sedangkan pelaku yang berjumlah dua orang diketahui berinisial FR (20) dan IR (18). Peristiwa tersebut terjadi di Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Dalam video tersebut, si bocah yang berkali kali dicekoki miras terlihat sempoyongan hingga akhirnya terjatuh. Video yang viral dan menjadi perbincangan ini akhirnya ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Hingga akhirnya polisi yang turun tangan berhasil menangkap kedua pelaku yang memberikan miras pada balita itu.

Kedua pelaku pun langsung diamankan dan menjalani pemeriksaan. Kasat Reskrim Polres Luwu Timur Iptu Elli Kendek mengatakan, kedua pelaku ditangkap di wilayah Timampu, Kecamatan Towuti, Luwu Timur, pada Minggu (23/8/2020) sekitar pukul 19.00 Wita. Saat dilakukan penangkapan itu, kedua pelaku diketahui sempat syok.

Mereka tidak menyangka perbuatan yang dilakukan akan berurusan dengan hukum. "Kedua pemuda ini sempat syok, tidak menyangka dirinya akan ditangkap atas kejadian ini," ujarnya, Minggu (23/8/2020) malam. "Saat ini kedua pemuda belum menjalani pemeriksaan karena masih syok,” tambah Elli.

Meski demikian, kedua pelaku tersebut telah mengakui perbuatannya. Dalam kejadian itu, FR berperan yang memberikan minuman kepada korban. Sementara RH yang merekam menggunakan ponsel.

Rekaman video tersebut menjadi viral setelah mereka mengunggahnya di salah satu grup Facebook. Tidak hanya menangkap pelaku, balita yang menjadi korban kedua pemuda tersebut kini juga dilakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit. Hal itu untuk mengetahui efek kesehatan yang ditimbulkan setelah menenggak miras yang diberikan pelaku.

Pasalnya, dalam video yang viral itu korban terlihat sempat sempoyongan, terjatuh, dan kepalanya terbentur balok kayu. "Pemeriksaan ini untuk mengetahui apa efek yang ditimbulkan dari miras yang sempat diminum oleh korban, sementara korban masih kecil berusia tiga tahun,” jelas Kapolres Luwu Timur AKBP Indratmoko saat dihubungi Kompas.com, Senin (24/8/2020). “Pemeriksaan juga dilakukan terkait korban di video terjatuh dan kepalanya terbentur balok kayu," ujarnya.

Selama menjalani pemeriksaan kesehatan itu, lanjut Indratmoko, korban didampingi oleh orangtuanya dan tim dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2 TP2A) Kabupaten Luwu Timur. Diberitakan sebelumnya, polisi menangkap FR dan IR, pemuda yang memberikan minuman keras (miras) kepada seorang anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. "Sudah ditangkap di Kecamatan Towuti. Sudah dibawa ke Polres Lutim (Luwu Timur)," kata Kapolres Luwu Timur AKBP Indratmoko saat dihubungi, Minggu (23/8/2020).

Indratmoko mengatakan, dua pemuda tersebut merupakan warga Desa Timampu, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur memiliki peran berbeda. FR yang memberi minuman keras, sementara RH yang merekam menggunakan kamera ponsel. Usai merekam aksi tersebut, mereka kemudian mengunggah video itu ke salah satu grup di Facebook.

“Keduanya tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran. Jadi, kerjanya mabuk mabukan saja," kata Indriatmoko. Kasat Reskrim Polres Luwu Timur Iptu Elli Kendek mengatakan, pemeriksaan terhadap kedua pelaku akan dilakukan dalam waktu dekat. "Saat ini kedua pemuda belum menjalani pemeriksaan karena masih syok,” ujar Elli.

Pelaku tidak menyangka perbuatannya tersebut bakal berurusan dengan pihak berwajib. "Kedua pemuda ini sempat syok, tidak menyangka dirinya akan ditangkap atas kejadian ini," ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *