Simak bacaan niat shalat gerhana dan tata cara shalat gerhana saat terjadinya Gerhana Matahari Cincin hari ini, Minggu (21/6/2020). Diketahui, hari ini terjadi Gerhana Matahari Cincin. Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, mengimbau umat Islam yang daerahnya mengalami gerhana dan aman Covid 19 untuk menggelar Salat Gerhana Matahari atau Salat Kusuf.

“Kami imbau kaum muslim pada daerah yang mengalami gerhana dan aman Covid 19, untuk menggelar shalat sunnah gerhana sesuai tuntunan syariah. Tapi tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tuturKamarudin. Lantas bagaimana bacaan niat dan tata cara mengerjakan shalat gerhana? Membaca niat di dalam hati

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى Usalli sunnatan likusuufis syamsi ma’muuman/imaaman lillaahi ta'aala Artinya: Saya berniat mengerjakan salat sunah Gerhana Matahari sebagai imam/makmum karena Allah semata.

Tata cara salat gerhana: 1. Takbiratul ihram seperti shalat biasa. 2. Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang dengan di jahr kan (suara dikeraskan)

3. Ruku’ sambil memanjangkannya. 4. Bangkit dari ruku’ (i’tidal). 5. Setelah I’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang (berdiri yang kedua lebih singkat dari pertama).

6. Ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya. 7. Bangkit dari ruku’ (i’tidal). 8. Sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.

9. Bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama (bacaan dan gerakan gerakannya lebih singkat dari sebelumnya). 10. Tasyahud. 11. Salam.

Setelah salat, imam kemudian menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, sedekah, dan hal baik lainnya. Sesuai informasi di laman Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Gerhana Matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bulan sehingga tidak semuanya sampai ke bumi. Gerhana Matahari Cincin terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi tepat segaris dan pada saat itu piringan bulan yang teramati dari Bumi lebih kecil daripada piringan matahari.

Akibatnya, saat puncak gerhana, matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya. Wilayah yang terlewati jalur cincin pada Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020 yakni Kongo, Sudan Selatan, Ethiopia, Yaman, Oman, Pakistan, India, Cina, dan Samudera Pasifik. Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020 juga dapat diamati di sedikit Afrika bagian Utara dan Timur, Asia (termasuk Indonesia), Samudra India, sebagian negara Eropa, Australia bagian Utara, dan Samudera Pasifik berupa Gerhana Matahari Sebagian.

Informasi pada laman BMKG menyebutkan bahwa Gerhana Matahari Cincin ini akan melewati 432 pusat kota dan kabupaten di 31 provinsi. Adapun di 83 pusat kota lainnya, yaitu dua kota di Bengkulu, tujuh kota di Lampung, sepuluh kota Jawa Tengah, dan tujuh kota di Jawa Timur. Selain itu juga tedapat di semua kota di Jawa Barat (terkecuali Indramayu), Banten, DKI Jakarta, dan DI Yogyakarta.

Hal tersebut terjadi karena nilai magnitudo gerhananya kurang dari 0. Waktu mulai gerhana di Indonesia yang paling awal adalah di Sabang, Aceh, yang terjadi pada pukul 13.16.00,5 WIB. Adapun kota yang waktu mulai gerhananya paling akhir adalah di Kepanjen, Jawa Timur, yaitu pukul 15.19.49,3 WIB.

Kemudian untuk daerah yang akan mengalami waktu saat puncak gerhana paling awal adalah kota Sabang, Aceh, yang terjadi pada pukul 14.34.52,4 WIB. Kota yang akan mengalami waktu puncak paling akhir adalah Agats, Papua, yaitu pukul 17.37.26,3 WIT. Adapun waktu Kontak Akhir paling awal akan terjadi di Tais, Bengkulu yang terjadi pada pukul 15.06.39,8 WIB.

Untuk waktu Kontak Akhir paling akhir akan terjadi di Melonguane, Sulawesi Utara, pada pukul 17.31.44,9 WITA. BMKG juga menyebutkan, Gerhana Matahari Cincinyang akan datangdi Indonesia terjadi pada 21 Mei 2031 dengan jalur cincinnya melewati Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Serta pada 14 Oktober 2042 yang jalur cincinnya melewati Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Tmur.

1. Aceh 2. Sumatera Utara 3. Sumatera Barat

4. Riau 5. Bengkulu, kecuali Kota Manna dan Bintuhan 6. Jambi

7. Kepulauan Riau 8. Sumatera Selatan 9. Lampung, kecuali Bandar Lampung, Krui, Liwa, Kotaagung, Pringsewu, Gedong Tataan, dan Kalianda

10. Kepulauan Bangka Belitung 11. Jawa Barat hanya di Indramayu 12. Jawa Tengah, kecuali Cilacap, Brebes, Slawi, Tegal, Purwokerto, Purbalingga, Pemalang, Kajen, Kebumen, Banjarnegara, Wonosobo, Purworejo, Temanggung, Magelang, Mungkid, Salatiga, Klaten, Boyolali, Surakarta, Sukoharjo, Wonogiri, dan Karanganyar

13. Jawa Timur, kecuali Pacitan, Magetan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, dan Kanigoro 14. Kalimantan Barat 15. Kalimantan Selatan

16. Kalimantan Timur 17. Kalimantan Tengah 18. Kalimantan Utara

19. Bali 20. Nusa Tenggara Barat 21. Nusa Tenggara Timur

22. Sulawesi Barat 23. Sulawesi Selatan 24. Sulawesi Tengah

25. Sulawesi Tenggara 26. Gorontalo 27. Sulawesi Utara

28. Maluku 29. Maluku Utara 30. Papua

31. Papua Barat Informasi selengkapnya mengenai gerhana matahari cincin dapat dilihat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *